Fathu Makkah – Pembebasan Makkah dari Kemusyrikan

Kisah para Shahabat dan Sirah Nabawiyah

Masjid-al-Haram-7 Episode berikutnya dalam sejarah kemenangan kaum muslimin di bawah bimbingan kenabian yang terjadi di bulan Ramadhan adalah Fathu Makkah (penaklukan kota Mekkah). Peristiwa ini terjadi pada tahun delapan Hijriyah. Dengan peristiwa ini, Allah SWT menyelamatkan kota Makkah dari belenggu kesyirikan dan kedhaliman, menjadi kota bernafaskan Islam, dengan ruh tauhid dan sunnah. Dengan peristiwa ini, Allah SWT mengubah kota Makkah yang dulunya menjadi lambang kesombongan dan keangkuhan menjadi kota yang merupakan lambang keimanan dan kepasrahan kepada Allah SWT.

Lihat pos aslinya 3.449 kata lagi

Iklan

‘Alaina (Qoshidah Rasulullah Shollallahu ‘Alayhi wasallam)

Thobiby Qolby

Lantunan Qoshidah “Alaina”, qosidah tertua yang dilantunkan Rasulullah SAW saat perang Khandaq. Qasidah tersebut berisi doa-doa untuk menenangkan para shohabat yang saat itu terkepung pasukan kaum kuffar. Lagi-lagi suasana haru dan syahdu tak bisa dibendung, Imajinasi para jama’ah seolah dibawa pada situasi dan suasana saat Rasulullah SAW berusaha menenangkan hati para sahabat kala itu. Tidak sedikit jama’ah yang menitikkan air mata haru menyimak kata per kata lantunan merdu suara Muhammad Qalby, munsyid Majelis Rasulullah SAW.

:رأيت النبي صلی الله عليه وسلم يوم الخندق ينقل معنا التراب وهو يقول

Ro-aitun-nabiyya Shollallâhu ‘alayhi wa sallama yaumal khondaqi yanqulu ma’anât-turôba wa huwa yaqûlu:
Kulihat Rasul saw di saat hari membangun Khandaq beliau saw memindahkan tanah sambil bersenandung:

والله لولا الله مااهتدينا
ولا صمنا ولا صلينا

Wallâhi laulâ Allâhu mâ-htadainâ  wa lâ shumnâ wa lâ shollainâ
Demi Allah kalau bukan karena Allah kita tak akan mendapat petunjuk, tidak pula kita sholat, tidak pula…

Lihat pos aslinya 75 kata lagi

Qosidah Birrul Walidain — Thobiby Qolby

Salah satu yang membuat Alhabib Ali Al Habsy menjadi besar maqom beliau adalah kuatnya kebaktian Serta hormat beliau kepada sang ibu. Bahkan beliau tidak merasa memiliki harta ataupun barang yang berharga selagi ibu beliau masih hidup padahal alhabib Ali memiliki harta yang barokah dan melimpah, semua yang beliau miliki beliau manfaatkan untuk membuat sang ibu […]

melalui Qosidah Birrul Walidain — Thobiby Qolby

Kisah orang kusta, berkepala botak dan orang buta

Segala Amal Perbuatan Tergantung Niatnya

Dan jika kami melimpahkan kepadanya sesuatu rahmat dari kami, sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata “ini adalah hak-ku. … … ”. (QS. Fushshilat(41):50).

“(Qarun) berkata : sesungguhnya aku diberi harta kekayaan ini, tiada lain karena ilmu yang ada padaku. … … ” (QS. Al Qashash(28): 78).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

“Sesungguhnya ada tiga orang dari bani Israil, yaitu : Penderita penyakit kusta, orang berkepala botak, dan orang buta. Kemudian Allah Subhanahu wata’ala ingin menguji mereka bertiga, maka diutuslah kepada mereka seorang malaikat.

Maka datanglah malaikat itu kepada orang pertama yang menderita berpenyakit kusta dan bertanya kepadanya :

Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan ?”,

ia menjawab :

Rupa yang bagus, kulit yang indah, dan penyakit yang menjijikkan banyak orang ini hilang dari diriku”.

Maka diusaplah orang tersebut, dan hilanglah penyakit itu, serta diberilah ia rupa yang bagus, kulit yang…

Lihat pos aslinya 641 kata lagi

Dialog anatara Penghuni Neraka dan Penghuni Surga

Segala Amal Perbuatan Tergantung Niatnya

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya?

Orang-orang itu akan memperoleh bahagian yang telah ditentukan untuknya dalam Kitab (Lauh Mahfuzh); hingga bila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (malaikat) untuk mengambil nyawanya, (di waktu itu) utusan Kami bertanya:

“Di mana (berhala-berhala) yang biasa kamu sembah selain Allah?”

Orang-orang musyrik itu menjawab:

“Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami,” dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.

Allah berfirman:

“Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu”.

Setiap suatu umat masuk (kedalam neraka), dia mengutuk kawannya (yang menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu:

“Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab…

Lihat pos aslinya 538 kata lagi